Berita Bola Terbaru

Sidang Kasus Mafia Bola, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Joko Driyono

on

Penasehat Hukum Joko Driyono memandang Replik Yang Dikatakan JPU dibuat-buat.

Bolanewsports.com Indonesia – Sidang kelanjutan Kasus Mafia Bola bekas Pelaksana pekerjaan (Plt.) ketua umum PSSI, Joko Driyono, kembali diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/7). Dalam sidang kesempatan ini, masuk jadwal pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada nota pembelaan terdakwa.

JPU kejaksaan negeri Jakarta Selatan yang di pimpin Sigit Hendradi dalam repliknya mendalilkan Penasehat Hukum (PH) terdakwa tidak berisi konstruksi analisis yuridis, berbentuk pembuktian dari beberapa alat bukti yg resmi yg sudah diserahkan di muka persidangan.

Replik delapan halaman itu dibacakan untuk menjawab pledoi setebal 169 halaman yg dibacakan team PH terdakwa, Kamis (11/07/2019) kemarin. Berlainan dengan replik, dalam pledoinya, team PH menyorot tidak ada satu juga tanda bukti yg diambil alih dari terdakwa atau dari kantor Liga Indonesia yg dapat dibuktikan dipakai dalam masalah hukum lain, atau masalah Banjarnegara. Hingga, masalah yg dituntut oleh JPU benar-benar tidak penuhi faktor.

Masih juga dalam repliknya, JPU mengatakan dalam ketetapan Masalah 233 KUHP, tidak mewajibkan object tindakan harus berbentuk tanda bukti yg diambil alih. Dalam makna apa barang itu dalam status sita ataukah tidak dalam status sita tidak jadi masalah.

“Ini merujuk pada yurisprudensi berbentuk putusan-putusan hakim sebelumnya, diantaranya Arrest Hoge Raad tanggal 04/04/1921, yg mengatakan pada dasarnya, walau penyitaan itu tidak resmi ataukah tidak dibetulkan, tapi beberapa barang itu dapat dipakai untuk mendapatkan kepercayaan,” urai Sigit.

Dalam Kasus Mafia Bola,Ditambah lagi oleh karenanya, beberapa barang yg ada di police line ditujukan untuk sesaat waktu disimpan untuk kebutuhan umum.

“Frasa kata ‘untuk’ dalam faktor tindak pidana Masalah 233 KUHP bermakna beberapa barang itu dalam keadaan memanglah belum dipakai atau nanti akan dipakai oleh team penyidik Satgas Anti Mafia Bola, yg mana bergantung pada kebutuhan penyelidikan,” tuturnya.

Baca Juga : Mendapat Banyak Tekanan, Respon Neymar; Saya Bukan Superhero!

Selesai pembacaan replik, anggota team PH Joko Driyono, Mustofa Abidin, menjelaskan faksinya siap membacakan duplik jadi respon atas replik JPU. Disebutkan Mustofa, replik JPU dibuat-buat serta aneh. Mengingat dalam tuntutan serta repliknya, semua alat bukti dituliskan dikembalikan pada pihak yg diambil alih.

“Tidak ada satu juga alat bukti yg disebut akan diambil alih oleh kejaksaan untuk kebutuhan masalah hukum lain. Ini dengan sendirinya mematahkan argumentasi replik JPU sendiri, jika ada tanda bukti yg akan dipakai oleh penyidik, dengan mendalilkan dengan kalimat ‘tergantung pada kebutuhan penyidikan’, ini kami kira penyimpangan serta kontradiktif,” tutur Mustofa.

Sudah diketahui, Joko Driyono dituntut dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Bekas plt. Ketua umum PSSI itu dipandang dapat dibuktikan melanggar masalah 235 jo 233 jo 55 ayat (1) ke-1, seperti tuduhan pilihan ke-2 subsider. Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin memutuskan sidang selanjutnya dengan jadwal pembacaan duplik dari team PH terdakwa akan diadakan, Selasa (16/07/2019).

DAFTAR PERMAINAN BOLA

About reporterbola

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *